Sabtu, 16 November 2019

MINUT PUNYA CERITA

WISATA PANTAI PULISAN DIKOTA MANADO DENGAN SPOT EKSOTIS DI SULAWESI UTARA


 Pulisan Beach, Minut,Sulawesi Utara


Hari Libur Telah Tiba~





Halooo Guys.....
Weekend Binggung Mau kemana? Marijoo Ke Likupang


Banyak Sekali Wisata Pantai di Sulawesi Utara salah satunya Pantai pulisan.







Tempat-tempat indah dan menakjubkan dapat kita temukan di Pantai Pulisan. Pantai Pulisan yang berlokasi di desa Pulisan, Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi utara ini banyak diminati oleh wisatawan lokal maupun Mancanegara.





.

Perjalanan menuju ke sana, membutuhkan waktu sekitar 2 jam 30 menit dari pusat kota Manado. Dari pusat kota Aimadidi Minahasa Utara Harus berkendara sekitar 90 menit mengarah ke Likupang Untuk tiba dipantai ini. Dari manado membutuhkan 60 menit . Sehingga Total perjalanan ke pantai pulisan memakan waktu 2 jam 30 menit. Sepanjang jalan, kita dilayani oleh pemandangan yang sangat indah dan bebas dari polusi udara.






Pantai ini memiliki pasir yang indah, bebatuan eksotis dan pemandangan perbukitan sabana. Pantai Pulisan berbeda dengan kawasan wisata pantai lainnya di Sulawesi Utara. Tiga tempat indah seperti pasir, batu dan bukit sabana inilah yang membuatnya berbeda.

Pemandangan Sore Hari Saat Matahari Terbenam


Lokasi : Desa Pulisan Kecamatan Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.


Minggu, 10 November 2019

MAKALAH PERILAKU WIRAUSAHA


BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
Pertumbuhan penduduk di Indonesia sangat pesat menuntut pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan. Menurut data statistik BPS tahun 2010 Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 adalah sebanyak 237.641.326 jiwa. Sedangkan menurut Bank Dunia jumlah penduduk indonesia tahun 2015 ini akan menjadi 252.370.792 jiwa. Sementara pemerintah belum mampu mengimbangi dengan penyediakan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, masyarakat di Indonesia harus diubah agar tidak lagi menjadi pencari kerja, tetapi ikut berperan serta menjadi penyedia lapangan kerja baik bagi dirinya sendiri maupun bagi masyarakat luas. Menjadi wirausaha merupakan solusi menuju kemandirian bangsa. Jumlah wirausaha di Indonesia masih sangat rendah jika dibandingkan dengan jumlah wirausaha di negara lain. Jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 0,24 persen dari jumlah penduduk di Indonesia yang sekitar 238 juta jiwa. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan dengan jumlah wirausaha di beberapa negara luar yang tingkat pertumbuhan ekonominya tinggi. Jumlah wirausaha di Amerika Serikat sekitar 11 persen, di Singapura mencapai 7 persen, dan di Malaysia mencapai 5 persen. Kalau Indonesia ingin menjadi negara yang maju harus mengembangkan sektor wirausaha, minimal mempunyai wirausahawan sebesar 2 persen dari jumlah penduduk. Melihat perbandingan jumlah wirausaha di negara maju dengan jumlah wirausaha di Indonesia, maka wajar jika pertumbuhan perekonomian di Indonesia juga masih lambat. Oleh karena itu, generasi muda bangsa harus mengembangkan sektor kewirausahaan dengan mendorong mereka menjadi wirausaha, sehingga jumlah wirausaha di Indonesia meningkat agar dapat berperan dalam mendukung ekonomi negara menuju kemandirian bangsa. Jumlah wirausaha di Indonesia masih perlu ditingkatkan karena dianggap masih sangat rendah sehingga tidak dapat mendukung tumbuhnya perekonomian di Indonesia. Pemerintah Indonesia sedang berfokus meningkatkan jumlah wirausaha agar dapat berperan dalam mendukung ekonomi negara agar lebih maju pada masa mendatang Pertumbuhan jumlah wirausaha dan usaha kecil perlu didukung oleh lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Perguruan tinggi berperan sangat penting dalam memotivasi lulusannya menjadi seorang wirausahawan muda, untuk meningkatkan jumlah wirausahawan di Tanah Air. Meningkatnya wirausahawan dari kalangan sarjana akan mengurangi pengangguran bahkan menambah jumlah lapangan pekerjaan. Angkatan kerja yang baru lulus perguruan tinggi dapat menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga bisa menjadi solusi untuk mengurangi pengguran. Pendidikan memang penting untuk memberi modal dasar bagi para wirausahawan. Melalui jalur pendidikan dapat mengubah pola pikir seseorang untuk menjadikan wirausahawan yang bekerja dengan menggunakan ide dan kreativitas. Pihak perguruan tinggi dan stakeholders bertanggung jawab dalam mendidik dan memberikan kemampuan dalam melihat peluang bisnis serta mengelola bisnis tersebut serta memberikan motivasi untuk mempunyai keberanian menghadapi risiko bisnis. Peran perguruan tinggi dalam memotivasi para sarjananya menjadi young entrepreneurs merupakan bagian dari salah satu faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, dan Perilaku wirausaha dalam perekonomian.


B.     Rumusan Masalah
1.      Apa saja Perilaku Wirausaha
2.      Bagaimana wirausaha dapat berperilaku
3.      Hakekat Wirausaha

C.     Tujuan
1.      Dapat Memahami dan mengetahui perilaku wirausaha


















BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
Berasal dari kata enterpteneur yang berarti orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang yang akan dijual. Wirausaha sering juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Meski demikian wirausaha dan wiraswasta sebenarnya memiliki arti yang berbeda . Wiraswasta tidak memiliki visi pengembangan usaha sedangkan wirausaha mampu terus berkembang dan mencoba usaha lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada wirausaha. Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan padanan dari kata entrepreneur. Kata wiraswasta berasal dari gabungan wira-swa-sta dalam bahasa sansekerta. Wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang; swa berarti sendiri atau mandiri; sta berarti berdiri; swasta berarti berdiri ditas kaki sendiri atau dengan kata lain berdiri di atas kemampuan sendiri. Sedangkan wirausahawan mengandung arti secara harfah, wira berarti berani dan usaha berarti daya upaya atau dengan kata lain wirausaha adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan.
Berdasarkan makna-makna tersebut, kata wiraswasta atau wirausaha berarti pejuang yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan di bidang usaha. Dengan kalimat lain, wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kewiraswastaan atau kewira-usahaan. Ia bersikap berani unuk mengambil resiko. Ia juga memiliki leutamaan, kreatifitas, dan teladan dalam menangani usaha atau perusahaan. Keberaniannya berpijak pada kemampuan sendiri atau kemandiriannya. Pengertian lainnya menyebutkan kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya.
Richard Cantillon (1775) misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi inikewirausahaan adalah lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses.
Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.



B.     HAKEKAT WIRAUSAHA
Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu :
1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).
3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

C.     PERILAKU WIRAUSAHA
·         Perilaku Wirausaha
Perilaku dan sikap tidak bisa dipisahkan untuk menjadi lebih sempurna karena kedua-duanya memiliki karakteristik yang berbeda. Sikap itu cara pandangan dan pola piker ( mindset ) atas hal-hal yang dihadapinya, seperti rasa takut, kesulitan, cobaan, kritik, saran, tekan, dan hambatan yang mendasari sebuah tindakan. Sedangkan perilaku adalah tidakan dari kebiasaan atas kebenaran yang ia pegang teguh.

1.      Perilaku wirausahawa secara individu
1.      Jujur
2.      Memiliki rasa percaya diri
·   Teguh Pendiriannya
·   Tidak tergantung pada orang lain
·   Berkepribadian yang baik
·   Optimis terhadap pekerjaannya

3.      Berorientasi pada tugas dan hasil
·   Haus akan prestasi
·   Berorientasi pada laba/hasil
·   Ketekunan dan ketabahan
·   Mempunyai dorongan kuat, motivasi tinggi dan kerja keras
4.      Pengambilan resiko
·   Enerjik dan berinisiatif
·   Kemampuan mengambil resiko
·   Suka pada tantangan
5.      Kepemimpinan
·   Bertingkah laku sebagai pemimpin
·   Dapat menanggapi saran-saran dan kritik
·   Dapat bergaul dengan orang lain
6.      Keorisinilan
·   Inovatif,Kreatif, dan Fleksibel
·   Serba bias dan mengetahui berbagai hal
·   Mempunyai banyak sumber pengetahuan
7.      Berorientasi ke masa depan
·   Memiliki pandangan kemasa depan
·   Optimis Memandang masa depan
2.      Perilaku wirausaha secara social dan lingkungan
a.       Berpenampilan rapi dan ingin disukai oleh setiap orang.
b.      Berperilaku baik sehingga banyak orang yang menyukainya.
c.       Senang memotivasi orang lain untuk tujuan yang baik.
d.      Menjadi teladan bagi teman bisnisnya, karyawan, dan pelanggannya.
e.       Padai bergaul dan cakap dalam berkomunikasi sehingga banyak orang yang senang dengannya.
3.      Perilaku wirausaha dalam pekerjaan
a.       Berorientasi pada tujuan dan tetap keinginan kuat pada hasil yang sempurna.
b.      Bila kerja ( workaholic ) dan bekerja dengan baik sehingga tidak menyukai kelemahan ( perfectionist )
c.       Tidak suka menunda pekerjaan dn selalu ingin cepat diselesaikan.
d.      Haus akan prestasi sempurna ( excellence )
e.       Tuntas dalam mengerjakan tugas
f.       Energik atau penuh semangat dalam bekerja dan mengerjakan tugas.
g.      Paling menyukai pekerjaan yang baru dan menantang.
h.      Kreatif dan inovatif sehingga selalu mempunyai ide-ide yng cemerlang dan bisa keluar dari tekanan.

4.      Perilaku wirausaha dalam menghadapi risiko.
1.    Mengevaluasi risiko dan dampaknya terlebih dahulu.
2.    Mencari keputusan yang tepat dan optimal.
3.    Tidak takut terhadap risiko karena ia kuat dalam hal institusinya.
4.    Waspada dan antisipatif sehingga selalu berperilaku proaktif.
5.      Perilaku wirausaha dalam kemimpinan ( leadership )
a.       Seorang pemimpin yang berani mengambil keputusan.
b.      Perilakunya hati-hati karena menjadi contoh bagi yang lain.
c.       Membuat karyawan tenang dalam menjalankan pekerjaan dan tugasnya.
d.      Mempunyai karisma dan berjiwa besar.
6.      Keterampilan Wirausahawan
1.      Keterampilan dasar
a.       Keterampilan dalam memimpin
b.      Ketrampilan  memotivasi tim dan membangun tim yang kuat ( team building ).
c.       Keterampilan mengorganisasi tim
d.      Keterampilan mengatasi konflik
e.       Keterampilan berkomunikasi.
f.       Keterampilan merencanankan strategi usaha.
g.      Keterampilan mengatasi kesulitan menjadi peluang.
2.      Keterampilan khusus
a.       Keterampilan menjual ( selling skil )
b.      Keterampilan teknis ( untuk produksi )
Contoh :
§      Usaha restoran – butuh keterampilan memasak
§      Usaha properti – butuh keterampilan membangun
§      Usaha bengkel – butuh ketermpilan mekanika.
3.      Ketrampilan-ketrampilan lain menunjang kompetensi di bidang bisnis
1.      Ketrampilan manajerial (managerial skill)
Digunakan untuk merencanakan, meaksanakan, dan mengorganisir suatu pekerjaan agar dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
2.      Ketrampilan konseptual (conseptual skill)
Ketrampilan dalam merancang suatu rencana, menyusun konsep, dan visi serta misi agar punya arah yang jelas.
3.      Ketrampilan mengelola sumberdaya manusia (human skill)
Ketrampilan memahami orang lain, berempati, berkomunikasi, memotivasi, memberi contoh, dan menjadi teladan bagi orang orang lain serta berelasi dengan pelanggan secara baik.
4.      Ketrampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan (decision making skill)
Dalam proses menuju kesuksesan, seseorang tidak luput dari masalah. Oleh sebab itu, kompetensi wirausaha salah satunya adalah mengambil keputusan yang tepat. 
5.      Ketrampilan mengelola waktu (time managemen skill)
Sudah pasti waktu bekerja kita sangat terbatas dan hanya ada 12 jam saja. Sisanya adaah untuk kepentingan lainnya. Untuk itu, dalam mewujudkan rencana kerja yang begitu padat, kita harus pandai-pandai mengelola waktu agar optimal dalam arti efisiendan efektif.
6.      Ketrampilan teknis (technical skill)
Dalam setiap jenis bisnis, pasti ada ketrampilan teknis yang diperlukan sebagai ketrampilan intinya (specialist skill).

Ketrampilan teknis ini sangat penting sebagai ketrampilan inti dalam membangun kemampuan kewirausahaan. Ketrampilan inti disebut specialist skill dari the bussiness Team Skill.
Kemampuan intelektual intrepeneur adalah tingkat pengetahuan yang tinggi yang dimiliki seseorang dalam usahanya untuk meraih kesuksesan.

D.    PERILAKU PEMIMPIN YANG MEMOTIVASI
Kepemimpinan dan motivasi adalah hal yang tidak dapat dipisahkan. Sulit membayangkan seorang pemimpin yang tidak memotivasi orang lain. Berikut ini adalah delapan cara memotivasi:
1)                             Individu sendiri harus termotivasi. Seseorang tidak pernah mengilhami orang lain kecuali dia sendiri terilhami. Hanya seorang pemimpin yang termotivasi yang dapat memotivasi orang lain.

2)                             Pilih orang yang bermotivasi tinggi. Karena sulit memotivasi orang lain, masuk akal bila kita memilih orang yang sudah termotivasi.

3)                             Perlakukan setiap orang sebagai individu. Bila kita tidak menanyakan motivasi seseorang – keinginannya – kita tidak akan mengetahuinya. Kita semua adalah individu. Apa yang memotivasi seseorang dalam sebuah tim, mungkin tidak memotivasi orang lain. Lakukanlah semacam dialog dengan setiap individu anggota tim.

4)                             Tetapkan sasaran yang realistis dan menantang.

5)                             Ingat, kemajuan akan memotivasi. Kita ingin menyelesaikan apa yang kita lakukan. Semakin penting sebuah tugas, semakin kuat kebutuhan untuk menyelesaikannya dengan memuaskan.

6)                             Ciptakan lingkungan yang memotivasi.

7)                             Berikan hadiah yang adil. Setiap pekerjaan menyiratkan unsur penyeimbang antara apa yang kita berikan dengan apa yang kita harapkan. Keadilan di sini berarti apa yang kita peroleh harus sepadan nilainya dengan apa yang kita berikan.

8)                             Berikan pengakuan. Sifat haus akan pengakuan adalah universal. Bagi orang berbakat, hal ini setara dengan hasrat akan ketenaran atau kejayaan. Raih setiap kesempatan untuk memberi pengakuan, meski hanya atas upaya yang orang lain tunjukkan. Kita tidak bisa selalu mengatur hasil yang diharapkan. Lihatlah nilai pekerjaan orang lain dan tunjukkan penghargaan kepadanya. Seseorang tidak harus menjadi manajer untuk melakukan ini karena kepemimpinan sejati selalu dapat dipraktikkan dari posisi paling bawah.

Perilaku Pemimpin yang efektif:
1)      Memberikan contoh kepada para karyawan
2)      Menciptakan suatau tatanan nilai dan keyakinan bagi para karyawan dan dengan 90 Kewirausahaan bergairah mengejarnya
3)      Memfokuskan upaya para karyawan terhadap tujuan yang menantang dan terus mengarahkan mereka kepada tujuan tersebut
4)      Menyediakan sumberdaya yang dibutuhkan kayawan untuk mencapai tujuan mereka
5)      Menghargai dan mendukung para karyawan
6)      Berkomunikasi dengan para karyawan
7)      Menghargai keragaman para pekerja
8)      Merayakan keberhasilan para pekerja
9)      Mendorong kreativitas diantara para pekerja
10)  Memertahankan selera humor
11)   Menatap terus masa depan

E.     PERILAKU WIRAUSAHA HARUS MEMILIKI POTENSI DIRI
Pengertian Potensi Diri
Pengertian potensi ialah sesuatu yang dapat dimunculkan, dibangkitkan atau di budidayakan dari diri pribadi seseorang. Hal ini meliputi dari keseluruhan, baik dari segi fisiknya, manfaatnya, kegunaan ataupun lainnya. Menurut Wiyono Slamet (2006), potensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar dari sesuatu yang masih terpendam di dalamnya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi sesuatu kekuatan nyata dalam diri sesuatu tersebut. Dengan demikian potensi diri manusia adalah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang terpendam didalam dirinya yang dapat dimunculkan, diwujudkan, dibangkitkan atau dibudidayakan menjadi suatu manfaat nyata dalam kehidupan diri manusia. Potensi diri adalah kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental yang dimiliki seseorang dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik, sedangkan diri adalah seperangkat proses atau ciri-ciri proses fisik,prilaku dan psikologis yang dimiliki. Sedangkan menurut Rona Binham, potensi diri adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang masih terpendam dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan jika didukung dengan latihan dan sarana yang memadai. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa potensi diri adalah kemampuan dasar seseorang yang terpendam dan dapat dikembangkan melalui seperangkat proses. Tujuan dan manfaat pengenalan dan pengukuran potensi diri tersebut adalah dapat mengungkap misteri yang ada dalam diri. Mengetahui potensi diri, maka diharapkan seseorang dapat memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya, diharapkan seseorang dapat memaksimalkan potensi-potensi positif (kekuatan-kekuatan) yang dimiliki dan diharapkan mampu meminimalkan kelemahan-kelemahan yang ada.
Mengenali Potensi Diri
Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi masing-masing. Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika diasah dengan baik. Berikut cara mengenali potensi diri :
a. Kenali diri sendiri Coba buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat anda bahagia; apa yang anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan anda; dan apa saja kelemahan anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan Anda.
b. Tentukan tujuan hidup Tentukan tujuan hidup anda baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi anda. Menentukan tujuan yang jauh boleh aja asal diikuti oleh semangat untuk mencapainya.
c. Kenali motivasi hidup Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasi hidup Anda, apa yang bisa melecut semangat Anda untuk menghasilkan karya terbaik, dan sebagainya. Sehingga kita memiliki kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri.
d. Hilangkan negative thinking Buanglah pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah kita mencapai tujuan. Setiap kali Anda menghadapi hambatan, jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah Anda mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika telah menemukan jalan yang mantap.
e. Jangan mengadili diri sendiri Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan anda, jangan menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran untuk maju. Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak di mana setiap remaja puteri merasa tertantang untuk mencari jati dirinya sesuai dengan karakter dan panggilan jiwa. Potensi diri dapat digali dengan tahap mengenali diri. Bagaimana kita akan dapat menggali potensi dalam diri kita, tanpa kita mengetahui seperti apa diri kita sendiri.

Apa manfaat pengembangan potensi diri? Manfaat pengembangan potensi diri adalah mengembangkan kepribadian manusia yang terbentuk karena pengaruh lingkungan. Pengembangan potensi diri berarti berusaha mengembangkan kepribadian yang berasal dari dalam/bakat dan dikembangkan setelah berinteraksi dengan lingkungan dimana seseorang berada.
Selain itu tujuan dan manfaat yang akan diperoleh baik sebagai individu maupun instansi yang organisasi atau perusahaan, sebagai berikut:
1. Bagi Individu:
a. Memberikan gambaran tentang kekuatan dan kelemahan atau kelebihan dan  30 Kewirausahaan kekurangan yang ada pada diri.
b. Mengetahui kemampuan yang masih perlu ditingkatkan. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan akan diketahui mana potensi yang akan ditingkatkan mana yang harus dihilangkan atau paling tidak mi kurangi.
c. Mengetahui bidang kerja yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
2. Bagi Perusahaan atau Instansi:
a. Memberi gambaran yang jelas tentang kemampuan seseorang atau karyawan.
b. Sebagai referensi untuk penempatan SDM
c. Sebagai referensi dalam human resource planning dan career planning.
Hambatan-Hambatan Pengembangan Potensi Diri
Pengembangan potensi diri seseorang juga sangat tergantung pada pribadi yangbersangkutan dan lingkungan ia berada. Berikut ini akan disampaikan beberapa hambatan dalam pengembangan potensi diri:
1. Hambatan yang berasal dari lingkungan
Lingkungan merupakan salah satu faktor penghambat dalam pengembanganpotensi diri. Hambata-hambatan ini antara lain disebabkan sistem pendidikan yang anut, lngkungan kerja, tanggapan atau kebiasaan dalam lingkungan kebudayaan, misalnya adanya pembagian peran suami dan istri yang lebih merugikan istri;
2. Hambatan yang berasal dari individu sendiri
Penghambat yang cukup besar adalah pada diri sendiri, misalnya, sikap berprasangka, tidak memiliki tujuan yang jelas, keengganan mengenal dirinya sendiri. Hal lain adalah tidak mau menerima umpan balik, kurang mau mengambil risiko, takut situasi, sikap acuh tak acuh, selalu mencari kambing hitam, dan lain sebagainya.
Hambatan-hambatan pengembangan potensi diri tersebut adalah sebagai berikut:
a. Ketidakmampuan mengatur diri
b. Nilai pribadi yang tidak jelas
c. Tujuan pribadi yang tidak jelas
d. Pribadi yang kerdil
e. Kemampuan yang tidak memadai untuk memecahkan masalah
f. Kreativitas rendah
g. Wibawa rendah
h. Kemampuan pemahaman manajerial rendah
i. Kemampuan menyelia rendah
j. Kemampuan latih rendah
k. Kemampuan membina tim rendah.
Penggalian Potensi Diri 31
 Teknik Pengembangan Potensi Diri
Sebuah pertanyaan penting yang perlu dijawab, mau dibawa kemana hidup kita? Untuk apa kita hidup? Dan apa tujuan hidup kita? Setiap orang pasti ingin sukses dalam hidupnya. Lalu apa dan siapa yang termasuk orang-orang sukses itu? Kesuksesan adalah suatu perjalanan yang menciptakan nilai tambah untuk diri sendiri dan masyarakat sekitar dalam rangka menuju kehidupan bahagia baik di sunia maupun diakherat kelak.
Sukses mencakup beberapa hal, yaitu:
1. Pemimpin yang adil dan bijaksana
2. Keimanan yang kokoh
3. Bermanfaat bagi orang lain
4. Keluarga yang bahagia
5. Tubuh yang sehat
6. Bisnis atau karir yang berhasil
7. Hubungan antar manusia berjalan baik
8. Pertumbuhan dan perkembangan pribadi
9. Manajemen keuangan yang sukses
10. Hidup yang dinikmati
11. Mampu berbagi dengan orang lain.
Itulah hal-hal yang menjadi cakupan sukses seseorang. Selanjutnya akan dikemukakan beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan diri menuju sukses. Bukan hanya aspek fisik saja yang memerlukan gizi, namun dalam pengembangan potensi diri juga memerlukan gizi, yang dimaksud antara lain:
1. Bergaul lah dengan orang yang bukan satu profesi saja, agar memperoleh peluangpeluang dan tantangan.
2. Pilihlah teman yang dapat diajak berdiskusi dan tidak mudah tersinggung, serta mau memberikan feed back terhadap diri kita.
3. Bersikap dan berfikir positif tentang sesama
4. Biasakan mengucapkan kata terimakasih
5. Biasakan mengatakan hal-hal yang menghargai orang lain.
6. Biasakan berbicata efektif.

F.      PENGARUH PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PRODUKTIVITAS

Pentingnya peningkatan produktivitas dapat menunjang lajunya pertumbuhan ekonomi. Apabila perekonomian tumbuh dan berkembang maka dapat menciptakan pemerataan kesempatan kerja, perluasan kesempatan baru akan menambah tingkat pendapatan masyarakat, jika pendapatan masyarakat bertambah dapat meningkatkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan produktivitas dapat berarti peningkatan hasil yang akan dicapai dengan penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien.
Dalam suatu produktivitas dibutuhkan tidak sekedar tenaga kerja, material, modal dan manajemen yang baik tetapi juga dibutuhkan perilaku kewirausahaan, 30 perilaku kewirausahaan mutlak dikembangkan melalui pendidikan, latihan, lokakarya dan kesempatan-kesempatan memperolah wawasan yang lebih luas. Jika seseorang pengusaha telah memiliki perilaku kewirausahaan maka pengusaha itu telah meyakini perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan di tunjang dengan kreativitas, keinovasian dan berani mengambil resiko. Dengan sendirinya tujuan yang hendak dicapai akan terpenuhi Dimana untuk meningkatkan produktivitas usaha salah satu upaya yang harus dilakukan yaitu dengan meningkatkan sumber daya internal dan diantara sumber daya internal yang paling penting adalah perilaku kewirausahaan.
Menurut R.J Gordon yang dialih bahasakan oleh Wahibur Rokhman (2003:122) mengemukakan bahwa “Kemampuan pemimpin mempunyai peranan strategis dalam produktivitas sebagai agen perubahan, karena dalam kemampuan pemimpin ada proses peningkatan mutu yang seimbang, penjualan, dan hasil-hasil ekonomi yang lain, serta inovasi dalam pengembangan produk dan jasa baru. Peningkatan kemampauan secara berkesinambungan mampu mencapai produktivitas yang maksimal”. Produktivitas atau pembelajaran adalah kunci untuk menciptakan kemakmuran yang lebih besar Ukuran-ukuran produktivitas atau pembelajaran didasarkan pada kuantitas produk berdasarkan sumber daya, atau pada prosesproses kerja.
Menurut Peter dan Waterman yang dikutip oleh Fransesco Sofo dan dialih bahasakan oleh Jusuf Irianto (2003:210) mengemukakan pendapat yaitu “Produktivitas dicapai melalui orang Terdapat kesepakatan bahwa perusahaan yang bagus memiliki respek yang tinggi terhadap orang-orangnya, pimpinan harus memiliki kemampuan untuk memperlakukan orang sebagai sosok dewasa, mendukung mereka, memberdayakan mereka, dan menghormati mereka”.
Demikian pentingnya produktivitas bagi pencapaian tujuan organisasi maka perhatian pimpinan terhadap kemajuan maupun kemunduran usahanya 31 sangat diperlukan untuk mencapai peningkatan produktivitas maka perlu adanya kemampuan dalam organisasi, melalui kemampuan tersebut maka akan terjadi peningkatan mutu yang seimbang, penjualan, dan hasil-hasil ekonomi yang lain, serta inovasi dalam pengembangan produk dan jasa baru.
Dimana bagi peningkatan disiplin kerja, keterampilan, keahlian, serta kecakapan pengusaha dapat membuat mereka mampu atau melaksanakan usahanya secara efektif dan efisien. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku kewirausahaan berpengaruh dalam produktivitas. Sehingga para pengusaha dalam menentukan usahanya dituntut untuk memiliki perilaku kewirausahaan.

G.    WIRAUSAHA MEMILIKI PERILAKU INOVATIF YANG TINGGI

Memiliki perilaku inovatif tinggi merupakan salah satu kunci dari semangat berwirausaha. Sebenarnya setiap orang dibekali talenta atau jiwa wirausaha walaupun dalam derajat kapabilitas yang berbeda-beda. Jika jiwa wirausaha atau talenta tersebut diberikan wadah yang baik, maka perkembangan dan kemajuannya akan memberikan hasil sebagaimana mana yang diharapkan. Jiwa wirausaha yang terdapat pada setiap orang itu tumbuh karena beberapa hal (1) setiap orang pasti memiliki cita-cita, impian dan harapan untuk meningkatkan kualitas hidup, (2) setiap orang mempunyai intuisi untuk bekerja dan berusaha, (3) setiap orang mempunyai daya imajinasi yang dapat digunakan untuk berfikir kreatif, (4) setiap orang mempunyai kemampuan untuk belajar sesuatu yang sebelumnya tidak dikuasainya. Itulah modal awal dan faktor dominan yang diberikan oleh TUHAN YANG MAHA ESA kepada manusia dan bukan makhluk lainnya, sehingga setiap manusia pada dasarnya memiliki akal budi dan kecerdasan yang merupakan landasan dasar dari jiwa wirausaha.
Manusia juga dikarunia bekal kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalunya. Sejumlah pengalaman hidup yang terkait aspek keberhasilan dan kegagalan, kebahagiaan, kesedihan, kesulitan, tantangan, peluang, kelemahan dan kekuatan semuanya akan membentuk mind-set manusia yang dapat menghasilkan perilaku inovatif tinggi khususnya untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi hidupnya yang akan datang.
Setiap orang akan terkait dengan beberapa perspektif waktu, yaitu masa lalu yang merupakan pengalaman hidup yang sudah dilaluinya dan sebagai masa untuk melakukan pembelajaran. Saat ini adalah masa menjadi kenyataan hidup yang sedang dilalui dan menjadi persiapan untuk masa selanjutnya dengan mengkaji masa lalu, serta masa depan yang menjadi harapan dan cita-cita yang ingin diraihnya. Ketiga masa itulah yang akan membentuk manusia memiliki keberanian untuk menyongsong masa depan dengan berprilaku inovatif yang tinggi.
Drucker dalam Suryana (2003) menjelaskan bahwa setiap orang yang memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dapat belajar menjadi wirausaha dan berprilaku seperti wirausaha. Hal ini memberikan pemahaman bahwa kewirausahaan lebih merupakan perilaku daripada gejala kepribadian yang dasarnya terletak pada konsep dan teori yang mengarahkan orang kepada kepemimpinan. Padahal perilaku, konsep dan teori merupakan hal yang dapat dipelajari oleh siapapun yang menganut konsep belajar berkesinambungan dan seumur hidup. Oleh sebab itu belajar berwirausaha dapat dilakukan oleh siapa saja, meskipun tidak harus menjadi wirausaha besar namun sekurang-kurangnya dalam setiap kegiatannya manusia dapat menerapkan jiwa kewirausahaan di dalamnya. Suatu kenyataan bahwa beberapa wirausahawan terkemuka dan terkaya dunia bukanlah orang yang mempunyai kemampuan akademik optimal, seperti Warren Buffet (pialang saham terkemuka) dan Bill Gate (pemilik Microsoft). Khusus di Indonesia, hasil Sakernas (2003) memperlihatkan bahwa dari lulusan perguruan tinggi, hanya 26,29% yang menjadi wirausahawan sedangkan untuk lulusan SLTA dan di bawahnya mencapai 73,71%. Inilah data yang mengindikasikan bahwa di Indonesia, semakin tinggi pendidikannya semakin rendah jiwa kewirausahaannya.
Kunci keberhasilan kedua wirausahawan itu (Warren Buffet dan Bill Gate) dalam sejarah tercatat karena beberapa hal yaitu (1) mempunyai kemauan belajar yang terus menerus, (2) mempunyai ketabahan dalam menghadapi kegagalan atau tantangan, (3) berani membuat inovasi baru dan tampil beda dengan yang lain, (4) tidak puas dengan setiap hasil usaha yang dilakukan, (5) mempunyai kemampuan beradaptasi, baik dengan lingkungan internal maupun eksternal. Inilah sebabnya maka Ansoff (1990) mengatakan bahwa “organisasi yang sukses bukanlah organisasi yang besar tetapi organisasi yang sukses adalah organisasi yang dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungannya”. Suryana (2003) menjelaskan kiat sukses berwirausaha pada dasarnya tidak memerlukan orang-orang yang luar biasa dengan IQ tinggi, tetapi orang-orang dengan IQ sedang dan rendahpun dapat belajar melakukannya.
Goleman menjelaskan bahwa kesuksesan seseorang 80% ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ) dan hanya 20% ditentukan oleh kecerdasan intelektual (IQ). Kecerdasan emosional adalah kecerdasan sosial, yang ketiadaannya akan mendorong seseorang berperilaku agresif, cemas, menghindari tantangan dan tidak dapat memanfaatkan peluang, serta tidak dapat menerapkan manajemen konflik secara produktif. Sebaliknya, penguasaan terhadap kecerdasan emosional akan menghasilkan individu yang lebih ramah, kemauan untuk bekerjasama dan meningkatnya kemampuan untuk menerapkan manajemen konflik yang produktif. Oleh sebab itu Suryana (2003) menunjukkan adanya kiat-kiat berwirausaha yang sukses dan dapat diterapkan pada berbagai tingkatan IQ adalah sebagai berikut :
1) Digerakkan oleh ide dan impian (visi).
2) Lebih mengandalkan kreativitas.
3) Menunjukkan keberanian.
4) Percaya pada hoki, tetapi lebih percaya pada dunia nyata.
 5) Melihat masalah sebagai peluang.
6) Memilih usaha sesuai hobi dan minat.
7) Mulai dengan modal seadanya.
8) Senang mencoba hal baru.
9) Selalu bangkit dari kegagalan, dan
10) Tidak mengandalkan gelar akademis semata-mata.








BAB III
PENUTUP
1.1  KESIMPULAN
Dari makalah diatas dapat disimpulkan bahwa :
1.      Berasal dari kata enterpteneur yang berarti orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang yang akan dijual. Wirausaha sering juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Meski demikian wirausaha dan wiraswasta sebenarnya memiliki arti yang berbeda . Wiraswasta tidak memiliki visi pengembangan usaha sedangkan wirausaha mampu terus berkembang dan mencoba usaha lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada wirausaha. Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan padanan dari kata entrepreneur.
2.      Dari beberapa konsep yang ada. Ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut,yaitu : nilai, kemampuan, proses penerapan kreativitas dan inovasi,usaha,sesuatu yang baru, dan nilai tambah.
3.      Perilaku Wirausaha. Perilaku dan sikap tidak bisa dipisahkan untuk menjadi lebih sempurna karena kedua-duanya memiliki karakteristik yang berbeda. Sikap itu cara pandangan dan pola piker ( mindset ) atas hal-hal yang dihadapinya, seperti rasa takut, kesulitan, cobaan, kritik, saran, tekan, dan hambatan yang mendasari sebuah tindakan. Sedangkan perilaku adalah tidakan dari kebiasaan atas kebenaran yang ia pegang teguh.

1.2  SARAN
Berdasarkan pembahasan diatas, Semoga dapat menambah wawasan akan perilaku berwirausaha. Jika ada salah kata maupun penulisan mohon saran dan kritik yang membangun.



DAFTAR PUSTAKA

Anoraga, P (2007), Pengantar Bisnis: Pengelolaan Bisnis dalam Era Globalisasi,
Rineka Cipta: Jakarta
Arman Hakim Nasution,dkk (2007) ,”Entrepreneuership membangun Spirit
Teknopreneurship, Penerbit Andi, Yogyakarta.
“Anonim”. 2012. Pengertian Kewirausahaan. diambil dari http:// www.bisnis-
pengertianKewirausahaan.com.